Kabar Mojokerto - Musim hujan selalu ditandai berkembang biaknya eceng gondok di sungai. Bila tak segara dibersihkan, sungai bisa dipenuhi tanaman liar atau bahkan sampah.
Hal ini terbukti di Sungai Brantas, tepatnya di bawah Jembatan Pagerluyung, Gedeg, Mojokerto. Berdasarkan pantauan Kabar Mojokerto, eceng gondok tampak menginvasi permukaan sungai tersebut.
Tidak hanya itu, tumpukan batang pohon, bambu, dan sampah hingga meluber ke tanggul sungai. Saking banyaknya, warga bahkan bisa berdiri di atas tumpukan tersebut, seolah-olah sungai tersebut telah berubah menjadi daratan.
Baca Juga: Pintu Air Ditutup, Sungai Pohgurih di Mojokerto Kotor dan Bau
Kholis misalnya, ia mengaku kerap turun ke tumpukan eceng gondok bercampur sampah di Sungai Brantas. Ia mengais barang bekas dari tumpukan sampah yang ada di sungai.
Kalau musim hujan saya ke sini, pas sampahnya penuh. Di situ banyak pohon, bambu, kayu glondongan besar. Pokoknya kalau musim hujan ya seperti ini,” katanya kepada Kabar Mojokerto disela-sela mengais sampah, Minggu (1/11/2024).
Menurut pria asal Kesamben, Jombang ini, sampah-sampah itu merupakan kiriman dari daerah barat. Seperti Jombang, Nganjuk dan Kediri.
“(Barang bekas) Satu sak dua sak kan lumayan. Ini sampah dari daerah barat, Jombang Kediri, Nganjuk, larinya kesini,” ujarnya.
Baca Juga: Jorok! Tumpukan Sampah di Sungai Mojokerto Resahkan Warga
Artikel Terkait
Soal Sampah di Kali Sadar Mojokerto, DLH Dorong Pemdes dan Kecamatan Hidupkan Kerja Bakti
Kondisi Jalan Cor Beton di Mojokerto Rusak Parah, Warga Minta Perbaikan Segera
Deretan Truk di Mojokerto Parkir Sembarangan Hindari Timbang, Bikin Ruas Jalan Sempit
Jorok! Tumpukan Sampah di Sungai Mojokerto Resahkan Warga
Pintu Air Ditutup, Sungai Pohgurih di Mojokerto Kotor dan Bau